Get Well Soon

Dear kekasih.

Kamu kan lagi sakit. Badan panas, mual-mual juga.

Jadilah kemarin sore kita ke dokter. Dokternya udah tua. Engkong-engkong gitu. Aku curiga ini tabib apa dokter. Tapi sudahlah, kamu sedang sakit, tidak baik aku becanda. Becanda jangan becanda kalo tiada perlunya.

Ah, itu cuma periksa sebentar, terus kakek guru tulis resep. Masyaallah tulisannya. Aku curiga itu huruf mandarin kuno. Sepertinya emang bener dia tabib. Oh, sori jangan becanda lagi. By the way, pikir-pikir kasian juga ya mahasiswa kedokteran kalo ujian gak bisa nyontek temennya. Susah baca tulisannya sih. Tuh, kan ngelantur lagi.

Tabib Dokter kasih obat ini itu. Trus kita bayar. Lumayan mahal. Untung kita kaya. Kalo kata orang, kesehatan itu mahal harganya. Bukan. Yang mahal itu nebus resepnya say. Tapi tetep aja kita tebus.

Oya, terus disuruh tes darah di lab juga besoknya. Oke dok. Nanti abis dapet hasil tesnya disuruh ke dokter lagi. Oke dok. Nanti mungkin dikasih obat lagi. Oke dok. Sampai jumpa. Xie xie.

Nah, sekarang makan dulu ya say, kataku kepadamu sepulangnya dari dokter. Tapi kamu males makan. Mual katanya. Tapi aku bujuk dengan kasih sayang. Akhirnya kamu makan sedikit. Good boy. Nah, sekarang ayo berguling. Guk. Guk.

Setelah makan kamu pun istirahat. Untuk esok paginya kita tes darah. Bukan kita ding. Kamu aja yang tes.

Dan.

Tadi pagi-pagi kuantar kamu ke lab demi tes darah. Dengan wajahmu yang pucat bagai Kristen Stewart. Yah, namanya juga lagi sakit. Aku maklumi saja.

Kita naik mobil. AC-nya jangan dinyalain ya say, aku kedinginan. Begitu katamu. Oke say. Walau aku jadi kepanasan dan keringetan dan bau kecut tapi tak apa. Yang penting calon istriku bahagia.

Kamu pun tes darah. Nanti tesnya pilihan ganda apa essay sih? Itu aku tanya kamu dengan jayusnya, supaya agak reda ketegangan di wajahmu. Tapi tidak. Kamu tetep tegang. Kamu takut jarum suntik. Yaelahh disuntik sama jarum nan mungil dan mengkilap gitu aja kamu takut. Apalagi nanti kalo disuntik sama aku nan gede dan gondrong. Pasti kamu makin takut. Tapi itu urusan nanti lah.

Oh. Ternyata hasil tes darah baru bisa diambil siangan. Ya udah, nanti aku ambilkan selaku calon suamimu. Kamu pun hari ini gak masuk kerja. Kuantar kamu ke tempat tantemu. Iya. Lebih baik begitu daripada di kost. Supaya kamu lebih terawat, lebih terjaga kelestariannya. Terimakasih tante.

Siang harinya kuambilkan hasil tesmu. Kulaporkan pada mamiku di Semarang. Iya mami kan kerja di apotek. Jadi untuk urusan medis ginian beliau ahlinya. Siapa dulu anaknya.

Lalu mami juga coba konsultasi sama dokter kenalannya. Katanya sih untunglah hasilnya cukup bagus. Tapi obat yang dikasih kakek guru kemarin suruh diabisin. Diminum dengan teratur, sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Harus disiplin. Oke mami. Oke dokter.

Oya, kata mami kita kalo makan sementara jangan nyampur dulu. Maksudnya jangan sepiring berdua, segelas berdua, sesendok berdua. Sementara aja. Biar gak saling menulari. Kalo ciuman boleh mi? Itu aku tanya mami. Mami bilang, huss, ngawurrr! Hahahaha… Ketawa itu si mami. Aduh mami, kalo ngawur mah jangan diketawain. Harusnya ditegur biar gak diulang.

Malam ini aku ada acara. Jadi maaf sekali tidak bisa mampir ke tempat tante untuk menjengukmu. Bagaimana kondisimu yang terupdate? Syukurlah kalo udah baikan.

Semoga kamu lekas sembuh, supaya kita bisa romantis lagi.

Semoga kamu lekas sembuh, anak-anak butuh ASI.

Semoga kamu lekas sembuh, biar weekend ini kita bisa nonton Habibie Ainun 3D.

Semoga kamu lekas sembuh, biar boleh ciuman. Huss, ngawurrr! Hahahaha…

Dan malam ini turunlah hujan. Suaranya bergemerisik, kayak tivi gak ada siaran. Krssk. Krsskk.

Tahukah kamu sayang kenapa hujan turun? Karena langit sedihkah? Bukan. Itu karena adanya proses kondensasi uap air di atmosfer sehingga menjadi butir air. Wekk. Pasti dikira aku mau gombal.

Gak lah. Langit gak sedih.

Aku yang sedih.

Maka get well soon ya sayang.

Selamat malam.

Titik dua. Bintang.

Muahh.

Iklan

15 pemikiran pada “Get Well Soon

  1. Gendeng…”Apalagi nanti kalo disuntik sama aku nan gede dan gondrong. Pasti kamu makin takut. Tapi itu urusan nanti lah.” iki maksude opo? woookakakakkakakak , apek apek… :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s