Kemarahan Seorang Istri

“INI TAS KERJAKU KAMU MASUKIN OPO MENEH???”

Begitulah sebuah pesan singkat yang cukup emosional dari istriku pada siang yang mendung itu.

“PASTI IKI ULAHMU!”

Dan dia pun mengirim sebuah foto.

yuwono-gusman-bekal-istri

Oh!

Iya. Itu kan emang aku yang masukin ke tasnya, tadi pagi-pagi setelah minum kopi dan cuci muka, sebagai tanda kasih sayang dan iseng.

“Iya, itu uang pendekar, buat kamu jajan hari ini”

“NGACOW!”

“Soalnya kalo pake duit kertas, takutnya duit gaib hasil penggandaan uang”

“NGACOOOWWW!”

“Wahahahaha”

“NAKAL BANGETTT!”

“Iya nakal banget”

“HAHAHAHA, DASAR!”

“Selain itu juga sayang banget”

“HAHAHAHAHAHAHA”

Dan begitulah kemarahan seorang istri berhasil ditaklukkan seorang suami.

Iklan

Suatu Malam Dalam Sebuah Rumah Tangga

Itu adalah malam Selasa yang hujan dan macet.

Dan aku adalah seorang pria yang baru sampai rumah jam sepuluh malam dan pengen bikin Indomie.

Kemudian wanita yang cantik dan baik dan pintar dan istriku itu berkata, “Aku mau bikin sesuatu buat kamu, jangan ke dapur dulu!”.

Maka aku patuhi saja biar damai sejahtera.

Jadilah aku di kamar sendiri sambil cemas mendengar suara kelontengan di dapur yang niscaya diakibatkan oleh istriku.

Aku mau keluar pipis sebentar aja udah diteriakin, ” Jangan mendekat!!” gitu. Ya udah aku pipis di kasur aja, sekalian menandai wilayah. Gak ding, becanda lah. Kau kira aku pria dewasa macam apa.

Dan setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya istriku datang masuk ke kamar sambil membawa piring diiringi nyanyian puji-pujian.

“Taraaaaaa…” gitu katanya.

Udah gatel aja mau aku jawab, “Basroooo…”.

Tapi gak jadi karena aku sudah terlanjur fokus sama makanan yang dibawanya. Nih ya fotonya, tak pamerin…

Lanjutkan membaca

Puisi Untuk Istri

Gara-gara abis nonton Ada Apa Dengan Cinta 2, itu istriku jadi minta dibuatin puisi.

“Bisa nggak, ngasih puisi kayak Rangga gitu?” tantangnya.

Sebagai suami berwatak ambisius, tentu saja kujawab bisa dong. “Puisi itu ya, intinya adalah tentang keindahan”

“Hahaha, gayamu”

“Ya betul. Puisi harus indah. Kalo gagah jadinya pulisi”

“Hahaha, polisi itu. Ya udah sana bikin”

Hah! Bukan Yuwono namanya kalo bikin puisi untuk istri aja gak mampu.

Ini sambutlah sayang, puisi dari suamimu.

Selamat menikmati.

Yuwono Gusman - puisi untuk istri

“Hahahahahahahahaha, ini mah kayak ngisi diary jaman SD dulu”

Ya itu dia cuma ketawa-tawa aja pas liat. Kirain bakal ngambek atau gimana gitu. Berarti apresiasi seninya anak itu bagus. Pantaslah menjadi istriku.

Good job.

Selamat malam.

Tahun Kabisat Adalah

Bagi yang gak tahu kenapa bulan Februari tahun ini ada 29 hari dan sudah mulai suudzon bahwa ini pasti ulah konspirasi Yahudi, Illuminati, dan kawan-kawan, marilah aku jelaskan bahwa itu karena tahun ini adalah tahun kabisat.

Tahun kabisat terjadi tiap 4 tahun sekali (kecuali tahun kelipatan 100 yang gak bisa dibagi 400).
Karena keistimewaannya ini juga, banyak orang yang menyambut tahun kabisat secara khusus.

Salah satunya adalah grup band Slank dengan lagunya yang, aduh lupa judulnya apa, tapi liriknya, “Ku kabisatt, jauhh, jauhhh, darimuuu…”

Anyway.
Aku sendiri juga sok-sokan bikin ginian.
Lumayan lah ya buat merayu istri.

image

Ya udah segini dulu ya.
Empat tahun lagi nanti aku bikin lagi.

Hujan dan Kalimat Motivasi Istri

Seharian ini hujan.

Dan entah kenapa kalo hujan itu masyarakat pada umumnya, termasuk aku, bawaannya menjadi ingin lebih romantis, ingin lebih saling menyayangi, serta ingin makan indomi kuah.

Ya mungkin faktor hawanya yang adem dan syahdu.

Makanya anak muda itu kalo pacaran pas lagi hujan, biasanya peluang kebablasannya lebih besar jika didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Anyway.

Dalam rangka aku yang sedang lebih romantis itu, kubuatlah kalimat berisi motivasi ini untuk istriku.

Tidak ada tujuan apa-apa sih, biar dia makin bersemangat aja untuk menjadi istri di bawah leadership-ku (ini rumah tangga apa jaringan MLM).

Kalian pun kalo nanti sudah menikah sekali-kali bikin ginian ya, biar bagus.

YWN26

Selamat malam.

Apa Yang Terasa Berbeda

Itu adalah Senin pagi, 16 Februari 2015.

Aku bangun dengan perasaan yang sedikit aneh. Aneh gimana ya? Ya kayak ada yang berbeda gitu.

Oh, pantesan.

Ternyata itu adalah tangan kananku. Yang mana sekarang di jari manisnya sudah melingkar cincin emas putih. Cincin yang di bagian lingkar dalamnya diukir tulisan ‘ELAINE 15-02-15’.

Ciyeee.

Ehehehehe.

Dan lihatlah itu Elaine-nya di sebelahku, masih tertidur. Wajahnya dihiasi sinar matahari pagi yang menyeruak masuk melalui jendela kamar hotel. Masih cantik seperti sedia kala walaupun make-up bekas pernikahan kemarin sudah dicuci bersih tak bersisa.
Oh. Sekarang aku jadi tahu perasaan Daniel Sahuleka ketika menyanyikan lagu ‘You Make My World So Colourful’.

Morning sunshine’s in our room
Now that room is back in tune
Autumn start this day with a smile
And laugh at my beautiful love one
Who’s lying beside me

You so far away in your sleep
Who can tell what dream you may dream
You don’t know that I was drawing
With my finger on your sweet young face
Vague as a meaning words

Lanjutkan membaca

Ke-Jadian

Pada mulanya Yuwono adalah jomblo.
Rambutnya belum berbentuk dan gondrong; kutek hitam menutupi kukunya, dan aksesoris gaul semacam gelang dan kalung tersebar di atas tubuhnya.
Berkatalah gadis itu: “Jadilah rapi”. Maka Yuwono pun jadi rapi.
Gadis itu melihat bahwa Yuwono itu baik, lalu diputuskannyalah untuk jadian.

Tak terasa sudah lama juga ya.

Kamu masih ingat?

Itu terjadi ketika program EASE (East Asia Student Encounter) di kampus yang kita ikuti bersama di tahun 2006. Itu adalah semacam program pertukaran budaya antara mahasiswa Indonesia-Jepang yang berlangsung selama dua minggu di Jepang.

Sebelum program berlangsung, ada masa-masa persiapan yang harus kita lalui bersama teman-teman lainnya. Itu aku ingat sekali pas jaman latian presentasi bahasa Inggris yang dipandu oleh mas Ari Petrus namanya.

Kita-kita disuruh mem-present tentang diri sendiri, trus nanti yang laen boleh tanya-tanya.

Kemudian seorang wanita asal Salatiga, Indonesia itu mem-present tentang dirinya.

Kemudian si mas Ari Petrus-nya “Any question for her?

Kemudian, entah kenapa aku jadi iseng tanya “Do you have boyfriend?

Kemudian tentu saja bocah-bocah yang laen dengan noraknya, “Ciyeeeeeeee”

Kemudian, demi semakin mencari sensasi, sekalian aku-nya melanjutkan “Do you have any plan for this Saturday nite?

Kemudian bocah-bocah itu semakin histeris “CIYEEEEEEEEEEEEEEEE” sambil gebrak-gebrak meja dan menjambak-jambak rambut sendiri. Astagfirullah. Heboh sekali itu pokoknya.

Tapi oh tapi, berani sumpah demi apa aja, aku begitu bukan karena ada perasaan ato naksir sama wanita asal Salatiga, Indonesia itu. Sama sekali tidak!

Oh ya ampun itu murni iseng dan cari sensasi belaka, maklum anak muda, gondrong pula.

Lanjutkan membaca

Siulan Sialan

(Based on true story)

Itu aku sedang monyong karena bersiul lagunya “I Love You Baby” sambil nyuci piring di dapur kosan.

Lah, katanya bos besar, ngapain nyuci piring sendiri? Soalnya di rak piring kos ada tulisannya “SETELAH MEMAKAI PERALATAN MAKAN HARAP LANGSUNG DICUCI”.

Ya itulah, demi memenuhi harapan dari orang yang nulis itu.

O iya. Setelah kupikir-pikir itu lagu judulnya bukan “I Love You Baby” melainkan “Can’t Take My Eyes Off You”. Tau kan yang lagu disko yang ada teret-teret teteret-tetet teret-teret teteret-tetet teeeet-nya itu lho. Iya. Sering salah emang. Soalnya kan refren-nya “I love you baaby..” Jadi kukira judulnya itu. Salahnya sendiri bikin judul gak user-friendly.

Anyway.

Aku masih siul-siul sambil nyuci piring. Ketika tiba-tiba kekasihku sayang menegur dari belakang.

“Heh, bukannya nyuci malah siul-siul!”

“Lah ini lagi nyuci juga seperti yang bisa Anda lihat sendiri,” kataku sambil menunjukkan tangan yang belepotan busa sabun.

Itu aku sedang bicara untuk membela diri, jadi terpaksa keputus siulannya. Ngomong-ngomong ada gak ya orang yang bisa multitasking bersiul sambil ngobrol gitu? Enak ya kalo ada, bisa ikutan Indonesia Mencari Bakat.

“Iya, iya, sayangg, hehe..” kata sang kekasih sambil ikut bantu mencuci. “Sana dilanjutin nyanyi-nyanyinya”.

Dih, kok nyanyi sih. Siul kali sayang. Lagi gak konsen dia.

Lanjutkan membaca

Tetapi Kekasihku Adalah S2

Ini soal kekasihku lagi.

Bagi kalian yang belum tau, kami dulu sama-sama kuliah S1 di sebuah kampus di Salatiga. Sebut saja inisialnya UKSW.

Kami beda fakultas sih. Dia ambil jurusan Teknologi Informasi. Sementara aku ambil Teknik Elektro yang terkenal susah itu dan kebetulan lulus dengan IPK 3,55. Tapi tak perlu lah prestasiku itu kau ketahui. Aku orangnya pantang untuk pamer kepandaian. Sombong itu namanya.

Setelah lulus, kekasihku itu, oh, dia itu anaknya sungguh rajin pangkal pandai. Maka dia pun lanjut ambil beasiswa S2 di luar negri, tepatnya di Taiwan. Aku awalnya kurang setuju. Kalian tahu sendiri kan Taiwan itu kayak gimana?? Kalo Wartawan itu kan orang yang pekerjaannya mewartakan berita. Kalo Sastrawan itu kan orang yang berkecimpung di dunia sastra. Nah kalo Taiwan? Idih.

Waktu itu kekasihku pun bertanya padaku, “Trus kamu dewe piye? Abis lulus mau ngapain?”. Yang pasti sih mau bersyukur. Abis itu mau bekerja menuntut harta.

“Gak mau nglanjutin S2?” Belum pengen. Belum ada nafsu ke arah sana. Nanti aja kalo uda kaya aku mau beli ijazah S2.

“Mboh ah..”

Ya udah jadinya kami pun mengalami masa-masa Long Distance Relationship itu.

***

Lanjutkan membaca