Suatu Malam Dalam Sebuah Rumah Tangga

Itu adalah malam Selasa yang hujan dan macet.

Dan aku adalah seorang pria yang baru sampai rumah jam sepuluh malam dan pengen bikin Indomie.

Kemudian wanita yang cantik dan baik dan pintar dan istriku itu berkata, “Aku mau bikin sesuatu buat kamu, jangan ke dapur dulu!”.

Maka aku patuhi saja biar damai sejahtera.

Jadilah aku di kamar sendiri sambil cemas mendengar suara kelontengan di dapur yang niscaya diakibatkan oleh istriku.

Aku mau keluar pipis sebentar aja udah diteriakin, ” Jangan mendekat!!” gitu. Ya udah aku pipis di kasur aja, sekalian menandai wilayah. Gak ding, becanda lah. Kau kira aku pria dewasa macam apa.

Dan setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya istriku datang masuk ke kamar sambil membawa piring diiringi nyanyian puji-pujian.

“Taraaaaaa…” gitu katanya.

Udah gatel aja mau aku jawab, “Basroooo…”.

Tapi gak jadi karena aku sudah terlanjur fokus sama makanan yang dibawanya. Nih ya fotonya, tak pamerin…

Oleh dia tidak diberi judul sih. Tapi berdasarkan kontennya, itu adalah misua telor bakso.

Wah.

Itu padahal dia kan barusan pulang kerja juga bareng aku tadi. Pasti udah capek banget setelah bekerja seharian ditambah memiliki suami yang seperti aku.

Maka gak nyangka lah pokoknya dia bakal bikin masakan yang sampe segitunya. Istriku ini emang luar biasa dan penuh cinta!

Otomatis lah langsung aku terimakasihin sambil cium kening dan peluk dan hal-hal lainnya yang bersifat confidential antara suami-istri.

“Ayo dimakan mumpung masih anget, hehehe”

“Iya, terimakasih ya atas misua dan kasih sayangnya”

“Hehe, iyaa.. Enak ndak?”

“Enakkk,” jawabku jujur dan apa adanya setelah mencicipi masakannya. “Tapi jangan sampe buka warung ya”

“Lho kenapa emang?”

“Karena udah malem”

“Hahahahaha, iyaa”

“Karena udah malem, harusnya buka apaaaa?”

“Husss, ngawur!”

“Hahahahahaa”

Ya begitulah kurang lebih aktivitas rumah tangga kami malam itu. Langsung lupa deh capeknya.

Aku pun menghabiskan misua itu sekuah-kuahnya. Sampe piringnya niatnya mau dimakan juga tapi takut diomongin tetangga, dikira pemain kuda lumping.

Ya udah, lain kali aja lah.

Sementara selamat malam dulu ya. Semoga kalian pun berbahagia selalu.

Iklan

10 pemikiran pada “Suatu Malam Dalam Sebuah Rumah Tangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s