Aku dan Dunia Otomotif

Itu adalah hari Sabtu yang masih merupakan bagian dari segenap jajaran long weekend di awal Mei 2016.
Pagi-pagi jam setengah delapan. Aku sudah berada di bengkel Auto2000 demi melakukan servis mobil.

FYI maksudnya bukan aku yang melakukan servis sendiri ya, tapi nyuruh masnya yang ada di bengkel. Kayak bos gitu lah aku, nyuruh-nyuruh. Tapi dengan sopan. Dan dengan uang. Lagian aku tidak menguasai ilmu mekanika kuantum, jadi sudah pasti tidak bisa nyervis mobil sendiri.

Kamu tau kan itu suka ada disuruh servis tiap mobilnya udah 10.000 km, 20.000 km, 30.000 km, dan seterusnya pokoknya kelipatan 10.000 km gitu lah.
Harus otomatis sadar dan menyerahkan diri dan mobil dan ongkos ke bengkel.
Maka menurut opiniku pribadi, harusnya nama bengkelnya diganti jadi Auto10000 aja, biar pas orang liat jadi keingat, oh, udah mau kelipatan 10.000 km, oh, udah harus servis.

Ya makanya aku itu sedang nongkrong di bengkel jam setengah delapan pagi seperti yang sudah aku tulis di alinea pertama tadi. Bagaikan bapak-bapak berwibawa yang seolah-olah memahami dunia otomotif. Seolah-olah sangar. Padahal iya.
Dan karena sebelumnya sudah melakukan pembukuan alias booking, pas dateng aku langsung dilayani, mendahului orang-orang yang sudah datang sebelumnya tapi tanpa booking. Udah kayak kaum yang suka nyerobotin antrian di stasiun, di bandara, di lift, di kasir, di tempat timbangan buah Carrefour, di Shihlin, di Chatime, dan lainnya. Bedanya kalo aku ini nyerobotnya sah dan legal.
Wahahahaha.

Berhubung cuma ke bengkel dan bukan ke mal atau tempat wisata, maka penampilanku pagi ini sederhana dan membumi saja. Pake kaos Joger yang udah agak mblawus, celana jeans, sabuk, dan sepatu sandal. Juga jam tangan dan cincin kawin. Juga belum mandi dan cuci muka karena belum sempat. Sikat gigi sih udah. Eh, apa belum ya. Lupa.
Niscaya kadar ketampananku pagi itu cuma 40%-an.
Lagian terlalu ganteng ke bengkel itu emangnya mau menarik perhatian siapa coba? Kamu bilang barangkali ketemu cewek cantik dan jodoh gitu? Setelah riset bertahun-tahun, aku termasuk orang yang tidak percaya bahwa kita bisa ketemu jodoh out of nowhere di tempat umum seperti di dalam pesawat, kereta, restoran, apalagi bengkel. Hal-hal semacam itu percayalah hanya ajaran sesat FTV dan novel teenlit belaka. Kalo percaya hal semacam itu musrik namanya.
Eh, lagian kan aku udah punya istri ya. Ngapain nyari jodoh lagi. Kau pikir aku suami macam apa.

Anyway.
Harus diakui bengkelnya Auto2000 ini oke sih. Selama mobilnya diservis, customer bisa menunggu di ruang tunggu yang kayak lounge.
Ada meja, kursi, Air Conditioner, toilet, musholla, koran, pot bunga, televisi yang tadi sedang memutar HBO namun kemudian entah kenapa sekarang jadi Indosiar, trus ada juga lampu, tulisan “No Smoking“, banner iklan, alat pemadam kebakaran, dan pantry.

image

Pantry-nya lumayan lah, menyediakan aneka makanan dan minuman. Ada kue kering, kacang atom (berhubung di Auto2000 maka aku namai ini kacang Atom2000), dan bihun goreng. Iya, ini serius jadi jangan dianggap guyonan. Ada bihun goreng bro. Kalo rasanya enak, lama-lama Auto2000 ini bisa jadi tempat destinasi wisata kuliner. Masuk Zomato atau Openrice atau Qraved. Bihun Goreng Auto2000. Sayangnya rasanya biasa aja. Ya lumayan lah, yang penting sudah berusaha.

Minumnya juga ada teh botol, kopi, teh, dan air mineral juga. Sebenernya ada mesin kopi juga sih. Tau kan, yang bentuknya kayak kotak trus ada pencetannya ‘Black Coffee‘, ‘Cappuccino‘, ‘Milo‘, ‘Habis‘, dan lain-lain.

image

Tapi mesinnya ini lagi rusak. Kenapa gak diservis sekalian di bengkel sini ya? Mungkin karena merk mesinnya Nescafe, bukan Toyota.

Tak lupa pantry itu dilengkapi juga dengan mbaknya yang dengan ramah selalu memotivasi kita untuk silakan ambil kue, ambil minum, ambil bihun goreng, ini itu.
Pokoknya benar-benar mengajarkan kita apa artinya kenyamanan, kesempurnaan, cintaaaahhaaaa…

Untung ada itu semua. Kalo gak pasti aku udah bosen. Wong kata masnya tukang bengkel tadi, selesai servisnya baru kira-kira jam 11 siang. Walah. Mana aku sendirian gitu posisinya. Istriku sedang di rumah dan terakhir dicek tadi pagi masih tidur dan cantik. Biarin lah, kan pasti capek dia punya suami seperti aku. Ehehehe.

Aku bawa buku juga sih, buat baca-baca biar kalo dilihat orang kok keren dan terdidik. Padahal buku komik.
Masyarakat lain yang nunggu di sini mayoritas sih pada main hape, mungkin ngecek timeline Path, atau ngecek dagangan di Instagram, atau ngecek pulsa doang.
Ada juga yang bawa buku seperti aku. Ada yang bawa laptop juga.
Ada yang bawa pasangan juga, trus pake kaos couple juga. Wah ini sih salut. Ke bengkel aja kompak dan manis selalu. Bener-bener pasangan yang samawa (sakinah, mawadah, warbyasah).
Ada yang bawa keluarga juga, komplit seistri-anaknya. Niatnya mungkin mau memberikan edukasi tentang dunia otomotif sejak dini ke anak: bahwa kalau ada dunia otomotif, pastilah ada akhirat otomotif. Di akhirat otomotif nanti, akan ada malaikat otomotif yang nanyain kita, tahu cara ganti ban gak, trus dulu mobilnya pas 30.000 km kok gak diservis kenapa, dst. Jadi harus tahu hal seperti itu dari kalian kecil ya Nak. Mungkin gitu kata si Ayah. Mungkin juga tidak.

Dan kalian tahu, aku sendiri nulis blog ini juga demi mengisi waktu sampai jam 11 semata. Jadi jangan terlalu dibaca dengan sungguh-sungguh. Kalo terlalu serius nanti malah kalian bawaannya pengen lanjut ke jenjang pernikahan.

Ya udah lah. Segitu aja nulisnya. Aku sekarang mau baca buku dulu yang udah terlanjur dibawa. Biar dia gak sia-sia bawa bukunya. Dia itu maksudnya aku ding.

Jadi sampai jumpa di 10.000 km berikutnya ya.
Amin.

Iklan

4 pemikiran pada “Aku dan Dunia Otomotif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s