Sambutan Kepada Masyarakat

Sebagaimana resepsi orang menikah pada umumnya, sebelum hari H pernikahanku itu aku disuruh mempersiapkan sambutan untuk hadirin yang akan hadir di acara nanti.

Ya udah.

Aku pun bergegas menulisnya. Inilah naskah aslinya yang seperti teks proklamasi itu.

sambutan

Berikut terjemahannya dalam tulisan yang lebih manusiawi dan enak dilihat.

Selamat siang Bapak/Ibu/teman-teman sekalian,

Ijinkan saya cerita sedikit ya.

Bagi yang belum tau, Elaine (istri saya) ini kan kuliahnya sampe S2. Sedangkan saya sendiri S1. Ya karena saya lebih memilih untuk fokus.

Fokus S1 maksudnya.

Lalu saya bilang ke Elaine, “Gak papa, gelar S2 bukan segalanya. Ada hal yang lebih membahagiakan dan membanggakan daripada jadi S2”

“Apa itu?!” tanya Elaine gak terima.

“Jadi suamimu,” jawab saya. Hehe.

Elaine-nya langsung, “Aaahh, kamuu~” sambil ngelendot manja. Hehe.

.

Jadi saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bapak, Ibu, teman-teman semua yang sudah hadir, meluangkan waktu untuk berbagi kebahagiaan ini, berbagi kebanggaan ini, bersama kami di sini.

Sekali lagi saya mewakili keluarga, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan maaf kalo ada yang kurang berkenan.

Tuhan memberkati.

Yak, benar sekali.

Bagi kalian yang agak kurang kerjaan dan sering baca blog ini, mugkin sudah tau kalo ini diambil dari postingan “Tetapi Kekasihku Adalah S2”. Ehehehe.

Ketika draft ini kuserahkan untuk di-review kepada kekasihku yang waktu itu belum menjadi istriku tapi sudah kucintai sepenuh hatiku, dia menolak dengan tegas.

“Huss, ojo lah”

Ojo itu maksudnya jangan.

“Yang dateng kan nanti ada banyak temen ortu juga,” lanjut kekasihku yang waktu itu belum menjadi istriku tapi sudah kucintai sepenuh hatiku, “takutnya mereka gak nangkep lucunya. Malah ngisin-ngisini nanti kalo garing”.

Ngisin-ngisini itu maksudnya malu-maluin.

“Pokoknya yang standard aja, yang normal gitu. Saya mewakili keluarga mengucapkan terimakasih, dst. Gitu aja,” pesan kekasihku yang waktu itu belum menjadi istriku tapi sudah kucintai sepenuh hatiku.

Itu aku oke-in. Tapi dalam hati mana mau aku sambutan model standard gitu. Malu lah menyandang nama Mas Gusman.

Dan jadilah hari itu, 15 Februari 2015, aku tetep membawakan sambutan sesuai draft yang kususun.

Reaksi masyarakat yang hadir oke kok. Terdengar ada ketawa di sana sini. Tidak garing seperti yang ditakutkan istriku. Tidak sampe ada yang berdiri teriak-teriak “Woy anjing!!” kayak abis rapat mediasi DPRD gitu. Tidak ngisin-ngisini lah pokoknya.

“Piye?” bisikku ke telinga istriku setelah menyelesaikan sambutan yang diakhiri dengan tepuk tangan hadirin karena disuruh MC-nya.

“Oke lah. Ehehehe..” jawabnya.

Oh. Aman.

Takutnya ngamuk gara-gara aku nekat. Kan bisa repot nanti malemnya.

Ehehehe.

Dan karena banyak yang pengen liat, maka inilah foto kami berdua yang sedang menikah itu. Posenya memang bagaikan orang member MLM yang berfoto di depan mobil orang lain, untuk kemudian disebar-sebarkan oleh anggota lainnya dengan tulisan “Selamat bro Yuwono – Jakarta, join MLM XXX seminggu, bisa beli mobil mewah! Salam sukses selalu!”, atau semacamnya.

Tapi ya gak papa. Yang penting istrinya cantik.

wedding car

Piye?

Iklan

14 pemikiran pada “Sambutan Kepada Masyarakat

  1. Waaah. Selamat Om sudah jadi suami orang. Semoga bahagia selalu ya. Itu tadi kok ya tak bela-belain baca tulisan tangannya sampe puyeng gak tahunya ada terjemahannya. Hahahaha.

  2. Gusssss… selamat yaaaa!!! *kayaknya gue udah kasih selamat brapa kali ya?*

    Btw, sejak resmi, no more gondrong ya. YAiyalahhh nama cakep gitu ‘Elaine’…plus cantik juga orangnya

    • Hahahaha… Gpp, ucapan selamat itu artinya doa. Gak bakal nolak lah didoain berkali-kali 🙂
      Thankyou ya mba Jo!

      Ya kemarin masih disamarkan namanya, sekarang sudah boleh lah disosialisasikan hehehe

  3. Pantesan dipanggil gondrong… takut cowo lain ikutan naksir yo?? Hahaha
    Anyway congrats yo yu, semoga anak anda mirip mamanya ga mirip papanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s