Pada Suatu Awal Tahun

Sudah lama juga ya gak bikin postingan yang berjudul pake “Pada Suatu…”.

Niatnya sih mau nulis pas malem pergantian tahun seperti tahun lalu, tapi apa daya karena selama liburan sibuk bergembira dan bersenang-senang, jadilah batal. Ya udah, yang penting kan niatnya. Lagian nulis pas malem tahun baru itu susah tau. Berisik mercon lah, berisik terompet lah, berisik broadcast message lah, berisik count down lah.

Ngomong-ngomong soal count down, menurut adekku, daerah Papua itu kasian juga ya. Cuma disorot setahun sekali doang pas count down, sebagai perwakilan daerah Waktu Indonesia Timur.

Hmm, ada benernya juga sih.

Biasanya penyiar yang di studio akan berbincang-bincang di layar dengan reporter yang ditugaskan ke sana.

“Sebentar lagi saudara-saudara kita di Papua akan memasuki tahun yang baru. Kita akan terhubung dengan reporter kami yang ada di Jayapura untuk mengetahui kondisinya. Bagaimana kondisi di sana, rekan Bagus?”

Yak, terimakasih rekan Arief di studio. Saat ini warga telah pada berkumpul untuk menunggu hitung mundur pergantian tahun. Bersama saya sudah ada salah satu warga. Mari kita tanyai dia. Bagaimana perasaan Anda mengenai pergantian tahun ini Bu??”

(Ini ceritanya reporter stasiun TV yang suka nanya-nanya-perasaan-responden-apapun-situasinya itu)

Dan setelah serangkaian tanya jawab yang ala kadarnya dan pointless, tibalah saatnya count down di Papua.

“…. empatttt, tigaaaa, duaaaa, satuuuu, SELAMAT TAHUN BARU UNTUK SAUDARA KITA DI PAPUA!!”

TOOOEETTTTTTT!!!

Dan abis itu udah. Seluruh perhatian pun segera pindah ke daerah WITA dan tak lama kemudian ke WIB (yang paling meriah dan paling banyak mercon-nya tentu saja). Papua pun gak ada beritanya lagi. Dan rekan Bagus pun dilupakan begitu saja.

Oh.

Bagaimanakah perasaan Anda, rekan Bagus??

Anyway.

Selamat tahun baru 2014 bagi yang merayakan, di zona waktu manapun kalian berada!

“Telat woy!!”

Biarin lah ya telat semingguan ini. Kalo telatnya sebulan jadinya udah Selamat Tahun Baru Imlek.

(Eh, kalo Tahun Baru Imlek kok gak pernah ada count down kayak gitu ya? Bagus juga tuh, reporternya ngeliput count down dari pecinan di tiga zona waktu. Eh tapi di Jayapura ada pecinan gak sih?)

Anyway lagi.

Semoga kita semua semakin sukses! 🙂

Perihal kesuksesan ini sendiri, jangan lupa bahwa karena “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”, maka tidak menutup kemungkinan juga bahwa “Kesuksesan adalah kegagalan yang tertunda”.

Atau seperti yang dikatakan Simone de Beauvoir, “If you live long enough, you’ll see that every victory turns into a defeat”.

(Sok-sokan ngutip pengarang Perancis. Padahal taunya juga gara-gara tema Google-nya kemaren soal Simone itu)

simone de Beauvoir

Jadi pada ati-ati yaa yang udah pada sukses, fufufufu…

Bukan. Bukan nyumpahin lho ini. Cuma ngingetin bahwa tak ada yang abadi, jadi jangan takabur. Kehidupan itu kan ibarat roda, kadang di atas, kadang di bawah.

(Itu kalo rodanya muter sih)

Oya. Masih pada suka bikin resolusi-resolusian gitu gak? Boleh lah ya buat keren-kerenan dan bahan update status. Aku sih masih sama seperti tahun lalu, bahwa meniatkan hidup yang lebih baik itu gak harus nunggu ganti tahun dulu. Hal itu bisa dimulai kapan saja, contoh: sekarang juga.

Super sekali saudara Gusman!

Hal ini kemudian aku sampaikan pada kekasihku si Gondrong yang waktu itu menanyakan resolusi tahun baruku apa. Dan tanggapannya?

“Nah, sip. Kalo gitu mulai saat ini kamu diet ya biar agak kurusan. Ingat! Bentuk tubuh yang lebih baik bisa dimulai kapan saja. Contoh: sekarang juga!” 🙂 🙂

Asem ya Ndrong.

Iklan

3 pemikiran pada “Pada Suatu Awal Tahun

  1. Happy New Year Gus!
    Kesian yeee yang di Papua, tapi biar gimana juga paling kesian di amrik sono….Kita uda hari jumat die orang masih hari kamis ajaaa!

    Si gondrong pengen calon pendamping hidupnya sehat walafiat dan kagak makin buncit seperti pada umumnya pria2 lain yang udah jadi bapak2…Gitu lohhh Gusss! *sotoy* 😀

    Udah, sono ambil barbel….!!! 😀

  2. Ah sudah kuduga, pasti kamu berkah dapet si gondrong.. buktinya dia perhatiin bentuk badanmu..
    Btw pernah tanya ama si gondrong, dia dapet kamu berkah apa nda? Wkwkwk

    *salah fokus ga sesuai inti cerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s