“Cihuy!”

Pasti begitulah reaksi kalian ketika mengetahui ada tulisan baru di blog ini.

“Lama amat gak nulis woy. Oktober melompong aja tuh gak ada postingan”

Iya. Maaf ya atas kelamaan tersebut.

Tapi perlu kalian ketahui, aku akhir-akhir ini orangnya lumayan sibuk.

“Ah, alesannya sibuk mulu”

Bukan, bukan sekedar alasan. Gini deh, supaya kalian kebayang pola hidupku akhir-akhir ini, akan kusajikan dalam bentuk diagram. Marilah disimak.

dibikin pake excel #niatbangetsih

dibikin pake excel #niatbangetsih

Oke. Kita bahas dari yang paling besar eaaa…

Paling banyak menyita waktu, tentu saja adalah kerjaan kantor dengan kontribusi 37% (itu asumsi pulangnya tenggo lebih dikit lah, belum termasuk kalo terjadi lembur segala macem). Ini sih tak terhindarkan ya, namanya juga mencari nafkah. Biarpun aku termasuk bos tapi kan butuh duit juga.

Trus kedua adalah tidur, baik tidur sendirian maupun tidak sendirian (maksudnya sama bantal, sama guling, sama sprei, sarung, boneka, dll) dengan kotribusi 25%. Ini gak usah dibahas lah ya. Semua manusia pasti butuh tidur. Kebutuhan biologis ini mah. Apalagi untuk suami-istri. Xixixixi…

***

Ketiga, adalah kena macet di jalan. Iya busettt. Baru ngeh juga kalo persentasenya gede sampe 17%. Asumsinya perjalanan berangkat kerja 2 jam, perjalanan pulang kerja 2 jam. Kadang kurang, kadang lebih. Dan sebagai informasi tambahan, DKI Jakarta alias Daerah Kusut Ibukota Jakarta akhir-akhir ini entah kenapa tambah macet aja.

Gak lah. Gak protes ke Jokowi kok. Bagaimanapun aku sendiri bersama mobilku adalah bagian dari kemacetan itu.

Tapi bisa jadi ke-tambahmacet-an Jakarta ini juga disebabkan oleh munculnya mobil-mobil LCGC (Low Cash Gakbisabeli Car Low Cost Green Car) semacam Agya dan Ayla yang tentunya menambah-nambahi jumlah mobil yang berkeliaran di Jakarta secara signifikan. Ini bukan protes lho ya. Lagian kan LCGC merupakan kebijakan pemerintah, jadi yakinlah ini yang terbaik bagi kita rakyatnya. Ya kan? Mboh juga ding…

Ngomong-ngomong nama mobil kok Agya dan Ayla gitu ya, kayak judul sinetron aja. Kan bagus juga tuh jadi judul sinetron: “Agya, Ayla, dan Ibu Peri”, trus ntar yang maen semacam Nikita Willy Octavianus, Senopati Dolken, dan artis sinetron masa kini lainnya.

Yak. Cukup ngelantur soal LCGC-nya.

Penyebab lainย ke-tambahmacet-an Jakarta bisa jadi juga adalah adanya peraturan denda maksimal hingga Rp 1 juta bagi kendaraan yang masuk ke jalur busway. Akibatnya para kendaraan yang biasanya menerobos jalur busway kini ikut berdesakan memenuhi jalur biasa. Makin sesak deh jadinya.

Sekali lagi ini bukan protes sama aturan tersebut lho ya. Justru malah bagus, jalur busway-nya jadi lancar. Apalagi kalo nanti armada busway-nya ditambah. Bisa jadi makin banyak warga yang mau naik busway, termasuk aku. Yah, anggaplah kemacetan ini adalah proses menuju kesana.

Oya, cuma satu pertanyaan: itu bus-bus kopaja, metromini, mayasari babik, dan bus-bus jahanam lainnya kalo pada masuk jalur busway emang gak didenda sekalian ya? Apa karena dianggap transportasi massal juga, makanya dibolehin? Atau justru karena saking bobrok-nya jadi gak dianggep sebagai “kendaraan” makanya bebas dari aturan “denda maksimal hingga Rp 1 juta bagi kendaraan yang masuk ke jalur busway”??

.....

…..

***

Oke. Lanjut ke kontributor kesibukan tertinggi keempat versi On The Spot, yang mana adalah PMKBRT (Persiapan Menuju Kehidupan Be-Rumah Tangga, atau dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai) sebanyak 13%. Ini kurang lebih sih, seringnya lebih.

Maksudnya adalah semua kegiatan menjelang pernikahanku dengan si Gondrong. Termasuk di dalamnya adalah berbagai aktivitas pacaran mesra, diskusi dan debat ngurusin resepsi lah, ngurusin tempat tinggal setelah menikah lah, ngurusin beli ini itu lah.

Sumpah ini ribet dan menyita pikiran banget, bahkan kadang bikin berantem. Iya. Berantem coy. Syukurlah kami berdua berhasil melaluinya dengan baik hingga sekarang.

Memang pada dasarnya hubungan asmara yang sangar bukanlah yang mesra-ayem-tentrem gak pernah berantem sama sekali, melainkan yang masih bisa mesra-ayem-tentrem setelah berantem. Itu baru super.

***

Yak sekian dulu pembahasan mengenai kesibukanku akhir-akhir ini. Kalo ada yang tanya others 8% itu apa, ya itu adalah aktivitas selain yang udah disebutin di atas. Misal makan, nonton TV, online, baca komik, sikat gigi, pipis, eek, dan lain sebagainya. Gak terlalu penting lah untuk dibahas, tapi cukup menyita waktu juga.

Nah, makanya sekarang kalian ngerti kan kenapa aku lama gak posting? Berani protes lagi ntar bilangin si Gondrong nih.

Eh ngomong-ngomong kalian pernah iseng-iseng ngitung ginian juga gak sih?

Misal, sehari kerja 8 jam. Jadi 8 per 24 jam dalam sehari alias sepertiga hari kalian dihabiskan untuk bekerja. Itu kalo sehari. Anggaplah kalian seorang pegawai agak senior yang udah kerja 3 tahun. Artinya sepertiga dari 3 tahun alias 1 tahun dari umur kalian dihabiskan untuk bekerja, ditukar dengan uang senilai gaji kalian masing-masing itu.

Itu kalo 3 tahun. Kalo 30 tahun??

Nah, masalahnya worth it gak duit segitu dengan umur yang kalian habiskan di sana? Baguslah kalo sebanding. Nah kalo enggak? Itu sepertiga umurmu lho masbro…

“Oke sip! Jadi ada alesan buat minta naek gaji! Thankyou, Yu!”

Ya bukan gitu juga. Minta naek gaji kalo kapabilitasmu gak sesuai ya mana bisa perusahaanmu ngasih. Kudu cengli lah bro.

Lagian bukan itu poinku. Gini lho.

Apa ya kalian rela sepertiga umur kalian dihabiskan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat untuk pengembangan diri kalian sebagai manusia? Ikhlas gitu sepertiga hidup kalian dihabiskan untuk nongkrongin layar komputer di kantor pura-pura kerja dari pagi sampe sore padahal mainan Candy Crush untuk kemudian jam 5 ngantri di mesin absensi?

It’s okay lah kalo emang passion kalian itu. Tapi kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja. Itu kata Buya Hamka sih. ๐Ÿ™‚

“Trus kamu sendiri gimana Yu? Sudah merasa oke dengan pekerjaan dan komposisi kehidupan sehari-harimu itu?”

Justru itu.

Tadi pas nulis postingan ini awalnya cuma mau iseng-iseng ngisi blog di bulan November biar gak kosong malu-maluin. Trus pas bikin diagram tadi, baru deh kepikiran: dengan kehidupan seperti ini, sudahkah aku menjalani hidup yang bener-bener hidup sebagai manusia, atau masih masuk golongan babi dan kera?

Sampe sekarang sih masih mikir.

Kalau kalian gimana?

Iklan

14 pemikiran pada ““Cihuy!”

  1. Cihuiii…lg jenuh2nya kerja dpt bacaan ๐Ÿ™‚
    blm penah ngitung sih tp yg ak sadari sjak kerja jadwal maen jd terbengkalai..
    Btw ni ceritanya skalian meh info ya klo udh pd persiapan nikahan..ihir smoga lancar ya..nek debat itu pasti apalg yg ak tau si gondrong kykna tipe perfeksionis..smngaat yaa Mas Gus..:-):-):-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s