All These Monkeys

“Antri”.

Itu bahasa inggrisnya “Queue”.

Bacanya “kyu”.

Jadi sebenernya bisa aja ditulis “Q”. Lebih simpel. Cara bacanya sama juga kok.

Tapi entah kenapa ditulisnya “Queue”. Dibuat seolah-olah rumit, susah.

Ya begitulah yang namanya antri.

Simpel.

Tinggal baris, ikutin orang di depannya. Dia maju ya kita ikut maju. Dia berhenti ya kita berhenti. Tungguin giliran.

Tapi mereka merasa ini rumit, susah.

Maka mereka maen serobot aja di barisan masuk pintu keberangkatan, di loket cek-in, di barisan masuk pintu pesawat, dan lain-lain.

All these monkeys.

“Permisi, permisi, saya buru-buru” katanya sambil tampang muka gusar, melewatiku yang sedari tadi di depannya. Dikira hanya dialah yang buru-buru di Indonesia. Seolah-olah layak masuk MURI, jadi ‘Orang yang paling buru-buru di Indonesia‘, jadi ‘The most hunter-hunter people in Indonesia‘.

(Hunter-hunter ndhasmu Yuuu..)

Maunya sih kuajak berkelahi. Tapi buat apalah kayak gitu. Kekanak-kanakan.

Lagian orangnya gede.

Sialan.

Ya udah dikasih jalan deh. Toh dia buru-buru.

Toh bagaimanapun si monyet gak bisa diajarin antri ala manusia…

.

Iya.

Biarin kalo aku nyinyir.

Namanya juga orang kurang tidur.

Itu kan kejadiannya jam 5.15 pagi lho.

.

Ditulis pada suatu subuh di hari Senin, dari dalam pesawat, dari Jakarta menuju Pontianak, di dalam notes hape yang tentu saja sudah di-airplane-mode-kan.

Iklan

3 pemikiran pada “All These Monkeys

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s