[Cerbong] Kartono

Cerbong adalah cerita boong. Ini adalah jenis postingan di blog ini yang merupakan fiksi belaka. Dibuat kalo lagi pengen aja. Lagian gak baik sering-sering boong kan.

.

Kartono itu nama aslinya.

Sedangkan bapak-ibunya memanggilnya Tono.

Sedangkan teman-temannya sering mengejeknya Si Karton.

Sedangkan nama di facebook-nya Karz ‘FightingCrewz’ InginDimengerti II.

Sedangkan kalian boleh memanggilnya apa saja. Toh gak akan ditanggepin. Soalnya cowok kelas 2 SMA Bukan Bunga Bangsa Biasa itu lagi fokus mengerjakan soal ulangan matematika di hadapannya. Mukanya pucat pasi. Keringat bercucuran deras dari dahi, bagaikan personel JKT48 yang menari-nari Heavy Rotation di iklan Pocari Sweat.

Ya Tuhaaan, susah sekali soalnya, keluh Kartono dalam hati, seolah-olah Tuhan yang bikin soal ujian. Padahal bukan. Yang bikin soalnya adalah bu Mariyati, guru matematika yang pake kacamata. Si ibu guru sedang berdiri galak di depan kelas yang sunyi senyap sambil sesekali menghisap minyak angin freshcare.

Tegang sekali suasana saat itu.

Bahkan Angga Wahyono, temen sekelas Tono yang terkenal pintar, tampak minta ijin ke belakang. Mungkin kebelet pipis saking tegangnya. Ha!

Perlu kalian ketahui Kartono juga sedang tegang seperti temen-temennya, tapi dua kali lipat. Bagaimana pun pelajaran matematika inilah yang membuat Tono tidak naik kelas kemarin.

Apaa?? Tidak naik kelas??!

Iya. Seharusnya dia sudah kelas 3 SMA sekarang. Tapi cuma gara-gara nilai matematikanya jelek, di sinilah dia di kelas 2 SMA, bersama adik-adik kelasnya dulu.

Cuma gara-gara nilai matematikanya jelek cuy!

….. hmm, ya nilai bahasa Inggrisnya juga jelek sih.

……… fisika dan kimia juga.

Waduh.

Bapaknya murka sekali saat itu, ketika tahu bahwa Tono tinggal kelas.

“APA-APAAN INI?!! KENAPA KAMU TIDAK NAIK KELAS?!!” hardik Bapak! (lah ngapain pake tanda seru juga, terbawa suasana)

“…. Tono ingin sesekali keluar dari comfort zone pah, out of the box gitu…”

CAH GUOBLOGG!! ALASAN MACAM APA ITU!!!” dan Tono pun ditempeleng Bapak. PLOK PLOK PLOK! Itu ditempeleng apa standing applause sih? Ibu pun tampak menangis pilu, berusaha menenangkan Bapak sambil menyapu pekarangan di sore hari. Suasana rumah saat itu benar-benar haru, mirip sinetron.

Kasihan.

Padahal sebenernya Tono tidak goblog. Dia hanya ahli di bidang yang lain, yang bukan matematika, bahasa inggris, fisika, dan kimia.

Ya betul. Tono ini jago di bidang olahraga lompat jauh. Untuk urusan lompat jauh, prestasinya tidak terbantahkan. Pak Boni, guru olahraganya pun mengakui kedaulatannya. Dalam suatu kesempatan penilaian olahraga, Tono pernah mencapai jarak 6.61 meter – beda 10 cm aja sama rekor SEA Games kemaren!

Wow!

Sayangnya. Lompat jauh ya gitu-gitu aja kan. Gak pernah ada ulangan lompat jauh yang mempengaruhi kenaikan kelas, atau ujian nasional lompat jauh untuk kelulusan SMA, atau tes lompat jauh sebagai saringan masuk universitas favorit.

Coba ada dunia semacam itu, pasti Tono sudah jadi bintang kelas dan cewek-cewek cakep pada berebut minta diajarin lompat jauh sepulang sekolah. Bahkan dia bisa buka les privat untuk lompat jauh dengan menyebar brosur semacam “Pede Lompat Jauh Dalam 1 Jam!“. Lumayan buat nambah-nambah uang saku yang dipotong Bapak semenjak dia tidak naik kelas…

“Lima belas menit lagi, selesai gak selesai dikumpulkan!”

Suara bu Mariyati membuyarkan lamunan Tono.

Yak! Inilah saatnya!

Kartono pun minta ijin ke bu Mariyati, mau pipis gitu bilangnya. “Ya sudah sana cepetan”, kata bu Mariyati.

Dia berlari. Bukan. Bukan ke WC seperti yang dibilangnya tadi. Tapi ke pohon pisang di kebon deket WC.

Ha! Dasar pembohong!

Di pohon pisang itulah Angga Wahyono, temen sekelasnya yang terkenal pintar, berjanji (di bawah ancaman Karz ‘FightingCrewz’ InginDimengerti II) menaruh salinan jawaban ulangan. Pastilah si Angga tadi ke belakang untuk melaksanakan misi mulia itu.

Kartono mencari-cari di sela-sela batang pohon pisang. Mana sih? Oh, itu dia, hahahaha… Kartono tertawa iblis. Dibukanya kertas penyelamat jiwanya….

…..

“Yth Mas Kartono,
di bawah pohon pisang

Mas, maaf, Angga lebih baik dipukuli daripada berbuat seperti ini. Kalau Angga mau membantu mas, bukan begini caranya. Angga bisa mengajari mas Kartono setiap pulang sekolah kalau memang mas mengalami kesulitan dalam pelajaran Matematika.

Atau…. yah, dengan cara lain yang sesuai dengan mas Kartono.

Tapi sekali lagi maaf, Angga tidak bisa memberi contekan ulangan ini.

Demikian Angga sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya Angga ucapkan terimakasih.

Buah jeruk buah delima, tulisan buruk jangan dihina

Salam
Angga Wahyono”

“Asuuu!!!” Kartono menangis. Dirobek-robeknya kertas itu. Dia malu, malu pada dirinya sendiri dan juga pada Angga Wahyono.

Apa-apaan aku ini! Bisa-bisanya berbuat hina seperti ini!

Oh, sungguh Kartono berharap saat itu rekor lompat jauhnya bukan hanya 6.61 meter. Tapi 6.61 juta tahun cahaya. Atau berapapun lah. Yang cukup untuk lompat ke dunia dimana lompat jauh dihargai sebagai mata pelajaran utama. Dimana akhirnya kemampuannya bisa berguna dan dihargai.

Kasihan.

Itu Tono masih sesenggukan di bawah pohon pisang, ketika tiba-tiba sebentuk piring terbang berwarna hijau stabilo seukuran bis Mayasari Bakti muncul di atasnya. ZZAAPPP! Muncul begitu saja. Nyaris tanpa suara. Hanya dengungan halus. Dan dalam sekelebatan cahaya putih yang sangat menyilaukan, Kartono hilang melesat masuk ke dalamnya. Tanpa suara.

Semua itu terjadi cepat sekali, hanya dalam hitungan sepersekian detik. Bahkan Tono tidak sempat kaget apalagi teriak apalagi update status apalagi check in foursquare.

Come join us boy, begitu sepintas Kartono sempat mendengar bisikan sebelum disedot ke dalam. Tapi dia gak paham artinya. Kan bahasa Inggrisnya jelek….

***

Semenjak hari itu Kartono tidak pernah terlihat lagi. Ada yang bilang Kartono kualat karena pipis di bawah pohon pisang lalu diculik genderuwo. Ada yang bilang Kartono minggat karena depresi tidak naik kelas dan kabur entah kemana. Ada yang bilang Kartono diculik komplotan zionis yahudi illuminati.

Ada juga yang bilang, bahwa Kartono saat ini sedang menggunakan kemampuan lompat jauhnya itu demi menyelamatkan galaksi Bima Sakti – entah bagaimana caranya – bersama segerombolan alien pembela kebenaran.

Kalo ini yang bilang si Angga Wahyono sih.

.

TAMAT AH

Iklan

15 pemikiran pada “[Cerbong] Kartono

  1. Wah endingnya twisted. Kemampuan lompat jauh untuk berperang di planet lain?? Jadi John Carter 2 dong 🙂

    Btw, salam kenal bro.

  2. Untung ada allien yang kepengen belajar lompat jauh sama si Karton, jadi nasibnya lumayan membaik karena dapat sedikit uang saku dari allien :mrgreen: Ah daripada nambah2in trus disangka melanggar hak cipta mendingan nungguin “yang punya” bikin cerita selanjutnya, biarin cerita bo,ongan juga soalnya tiap hari udah biasa denger para pejabat nge-bo’ong di media 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s