Australia, Thailand, dan Ular Raksasa

Aku lagi-lagi lagi di bandara Soekarno Hatta, pas kemaren hari Jumat malem.

Sambil menunggu, kufoto pesawat terbang di depanku, lalu kupajang di display picture Blackberry-ku dengan niat tulus untuk pamer dan riya semata. CKREK!

airplane

Bersamanya kupasang pula status: “BB OFF. OTW MELBOURNE. SEE YOU ON MONDAY :)”

Tak berapa lama banyak berdatangan BBM dari masyarakat. Reaksinya pun beragam.

Ada yang suka mau tau semacam, “Kok enak? Ngapain sih ke Australia?”

Kujawab, “Iya, lagi penjajakan usaha ternak kangguru nih, doain lancar ya..”

Ada yang standard nitip oleh-oleh semacam, “Bawain koala Yuu..”

Kujawab, “Iya, yang goreng opo godhog?”

Ada yang nyolot semacam, “Wah, bisa ke Melbourne segala? Sudah jadi orang kau sekarang!”

Kujawab, “Iya, dulu aku memang binatang”

Ada yang gak percayaan sekaligus gak sabaran semacam, “PING! Lho kamu ke Australi? PING! Mosok tho? PING! Ndak mungkin! PING! PING!”

Yang ini tidak kujawab.

Terakhir ada pula kekasihku yang sedang cantik dan emosional itu, “Kuwi apa-apaan statusmu Melbourne-melbourne-an?? Cepetan pulang! Uda sampe mana? Banjir ndak?”

Kujawab, “Iya, biasalah lagi cari sensasi.. Gak banjir ini, syukur deh. Ini mau balik kos..”

Iya.

Itu aku abis perjalanan dinas dari Semarang, barusan mendarat dengan selamat di Jakarta, mau balik ke kos di Kelapa Gading.

Bukan ke Melbourne.

By the way itu foto pesawat Lion Air yang barusan kunaiki dari Semarang kok.

Wekkk… ketipu.

***

Sekitar Agustus taon lalu, saat liburan Lebaran, aku sempet pasang foto-foto ini beserta statusnya.

Fish Market, Samut Sakhon, Thailand

Fish Market, Samut Sakhon, Thailand

Fresh Market, Phuket

Fresh Market #1, Phuket

Fresh Market, Phuket

Fresh Market #2, Phuket

Itu aku pajang di BB dan di Twitter @MasGusman dengan hashtag #TripToThailand.

Dan hampir semua orang percaya aku lagi liburan di Thailand bersama keluargaku. Reaksinya juga seputar itu: enak ya; minta oleh-oleh dong; berapa lama di sana; sama siapa aja; lagi ngapain; uda makan apa belum; kamu sayang aku gak sih; kapan kita nikah; dll.

Iya.

Padahal itu fotonya di tempat sayur, buah, dan daging-nya Carrefour di Semarang, setelah sebelumnya diedit dulu pake Instagram.

Bukan ke Thailand.

Wekkk… ketipu.

***

Hari Sabtu pagi.

Pasca banjir melanda Jakarta, beredar foto ini.

‎​‎​ular ditemuka di janur elok klp gdg

Katanya itu ular ditemukan di daerah Janur Elok, Kelapa Gading setelah banjir kemarin. Kalo liat bentuknya sih katanya habis makan orang.

Gak tau siapa si kampret yang punya inisiatif nyebarin pertama. Pacarku sih dapet dari temennya, kemudian dengan cemas dia menunjukkan foto itu padaku, “Hih, serem lho ini! Ular raksasa gini!”

Kujawab dengan nada ke-suami-an yang menentramkan hati, “Don’t worry sayang. Itu pasti bo’ongan kok”.

“Iihh, tapi atutt…”

“Cini, cini, jangan atut, cama aquw…”

“Xixixi..”

Gak ding. Tiga baris terakhir itu fiksi belaka.

Anyway. Biar dia lebih percaya, mari aku cek di Google.

Bagi yang belum tau, Google menyediakan juga fasilitas mencari gambar dengan gambar (bukan dengan kata-kata seperti biasanya). Nih.

search image

Maka segera kucari gambar ular tersebut di Google. Dari hasil pencarian, ketauan gambar ini sudah ada setidaknya sejak 8 September 2012. Nih.

search found

Situsnya sendiri bisa diliat di sini.

Jadi itu bukan foto ular yang ditemukan di Janur Elok Kelapa Gading pas banjir barusan.

Jadi si kampret ngambil foto ini dari internet, ngarang cerita, kemudian menyebarkannya.

Jadi foto ini hoax belaka.

Sama seperti foto perjalananku ke Australia dan Thailand itu.

Bedanya: fotoku paling mentok bikin orang iri dan dengki karena aku telah sukses dan kaya dan makmur sehingga bisa pelesir terus ke luar negeri. Sedangkan foto si ular raksasa ini bikin orang panik dan resah dan cemas, belum ditambah stress abis kena banjir segala.

Kampret emang.

***

Anyway.

Lihatlah betapa mudahnya kita percaya begitu saja pada informasi apapun yang kita terima di era digital ini.

Iya. Emang dengan teknologi saat ini, arus informasi jadi super cepat, super deras.

Tapi ya gitu, kita malah jadi kebanjiran dan tenggelam dalam arus itu. Semuanya kita telan mentah-mentah. Bahkan celakanya, langsung kita lanjutkan pada orang di sekitar kita tanpa dicerna dulu.

Contoh yang foto ular raksasa tadi.

Hari Minggunya, setelah aku tahu kebenaran foto itu, temenku ada yang pasang foto itu jadi display picture BB-nya, komplit dengan statusnya “Ditemukan ular 3,5 meter di Janur Elok Kelapa Gading, habis makan orang”.

Iseng-iseng lah aku tanya, “Wihh, seriusan itu bro?”

“Iya bro! Serem nih! Panjang banget sampe 3,5 meter! Mesti waspada nih abis banjir gini!”

Dia bilang begitu seolah-olah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, seolah-olah dialah yang menaklukkan ular raksasa itu sendiri. Oalah mas bro…

Kujawab aja asal-asalan,

“Aduh! Parah juga ya bro! Kemaren di Sunter malah katanya pas banjir ada yang nemu gurita 8 meter, trus ada dinosaurus 12 meter juga, ada Transformers 25 meter, serem lah pokoknya! Ati-ati ya bro, saling doa ya…”

…..

Nah.

Marilah menjadi warga era digital yang lebih cerdas, untuk kemudian turut mencerdaskan orang lain juga.

Udah ah 🙂

Iklan

16 pemikiran pada “Australia, Thailand, dan Ular Raksasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s