Rejeki Pizza Hut

Kamis malam itu aku sedang pengen makan pizza. Maka kuajaklah pacarku makan malam di Pizza Hut. Dia sih oke-oke aja, kebetulan lagi bosen makan rumput juga.

Setelah selesai makan, kami berdua ngobrol dulu bagaikan ABG pacaran pada umumnya. Ngobrolin masa depan, mau punya anak berapa, mau cowok apa cewek, mau dikasih agama apa, mau disunat konvensional pake gunting ato futuristik pake laser, dan lain-lainnya. Pokoknya kami ini emang pasangan yang visioner.

Di tengah kemesraan ini yang janganlah cepat berlalu itu, tiba-tiba datanglah mas-mas berseragam Pizza Hut menghampiri kami. Oh, katanya dia tukang marketingnya Pizza Hut. Oh, katanya lagi nyari responden untuk mencicipi dan menilai menu baru yang akan di-launching. Oh, katanya nanti dapet hadiah.

Pinter juga itu mas marketing nyari responden yang cakep seperti kami.

“Oke mas boleh lah,” begitu jawabku.

Jadi ceritanya, ada 2 jenis menu yang harus kami cicipi. Masing-masing menu kami cobain 1 slice (sebenernya sih disiapinnya 1 loyang, tapi karena kami jaim, ambilnya cuma sepotong deh). Trus kami disuruh menilai dari segi penampilannya, rasanya, idenya, sama kalo ada saran-saran gitu lah.

Kami pun mengevaluasi kedua slice produk baru itu dengan keren dan profesional: aku bagaikan Chef Juna dan pacarku bagaikan bu Sisca Soewitomo.

Oya, ini eksklusif buat kalian ya. Inilah bocoran penampakan produk baru yang belum di-launching itu. Nih…

cobain pizza

(Iya-iya, maaf, cuma separo gitu. Keenakan makan baru inget difoto sih.)

Dan setelah itu bener aja, kami dikasih hadiah berupa voucher makan gratis dan ‘kompensasi untuk waktu berharga yang telah diluangkan’ alias uang tunai.

UANG TUNAI, cuyyy!!

Tak perlu kusebutkan nominalnya lah, yang jelas lumayan buat foya-foya sedekah.

Dan inilah wajah sumringah si penerimanya,

pizza voucher

Uyeeee 😀

Makasih ya Pizza Hut! Sering-sering lah nyari responden! 🙂

Iklan

13 pemikiran pada “Rejeki Pizza Hut

  1. Ralat pada kalimat, “Pinter juga itu mas marketing nyari responden yang cakep seperti kami.” Seharusnya tertulis, “Pinter juga itu mas marketing nyari responden yang cakep seperti pacar saya.”

    Itu di Pizza Hut mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s