Merokok Itu…

Sampe detik ini sih aku belum pernah merokok. Nyobain se-isep dua isep pun belom pernah. Merokok aktif lho ya. Kalo merokok pasif sih sering. Bisa dibilang aku ini termasuk perokok pasif yang aktif.

Ya gara-gara kalian pada ngerokok itu.

Sialan.

By the way, kok segitunya amat sih anti-rokok?

“Karena gak boleh sama mami, nanti takut dimarahi..”

Gak lah.

Bukan karena alesan semacam itu.

Lagian ngapain juga mami ditakuti, mami mah disayangi (Ciyeee, anak berbakti, gak ngerokok pula. Heran deh jarang ada yang naksir).

Trus kalo cuma itu alesannya, pasti dari dulu aku uda ngelanggar dan merokok diem-diem di luar sepengetahuan beliau.

Lah trus kenapa dong?

Ini soal prinsip pribadi cuy. Perjanjian antara aku dan diriku sendiri. Bahasa kerennya: idealisme.

Logis juga kan. Jelas-jelas bikin penyakit gitu.

Gigi bisa jadi kuning kecoklatan kayak pinggiran kloset gini.

courtesy of youthhealthworld.com

Trus paru-paru juga jadi busuk sampe berwarna item jijik, kena gangguan pernapasan lah, emphysema lah, kanker lah, kayak gini.

courtesy of drugabuse.gov

Trus bisa impotensi juga…

Ato yang paling parahnya, bisa kena serangan jantung terus mati.

Iya.

Mati.

Itu semua uda ditulis di bungkus rokoknya kok. Emang gak sevulgar itu sih kata-katanya. Tapi mestinya kalian tau juga kan?

Nah, sekarang gantian jadi aku yang tanya, kenapa sih masih segitunya pada mau ngerokok?

Iya emang. Aku sendiri gak pernah ngerokok. Otomatis gak tau juga rasanya kayak apa. Jadi agak unfair kalo aku nge-judge ngerokok itu gak ada nikmatnya.

Tapi tetep aja aku suka heran sama kalian para perokok.

Emangnya senikmat itu ya sampe kalian rela ngerogoh kocek buat beli rokok yang jelas-jelas menggerogoti kesehatan kalian?

Emangnya segitu enaknya ya?

Salah satu alesan yang cukup sering aku denger dan menurutku keterlaluan gak mutu-nya adalah semacam ini,

“Wahh, gak bisa bro! Kalo sehari gak ngerokok itu mulut rasanya asem!”

Yaelahh, mulut asem mah sikat gigi nyet!

Kalo kalian punya teman semacam ini, tolong ditraktir Pepsodent ya.

Kemudian datanglah penjelasan kenikmatan rokok yang aku dapatkan dari temenku si Bunga (ini nama samaran, nama aslinya sih Willy), berupa sebuah analogi sebagai berikut,

“Gorengan sehat gak? Uda tau gorengan berminyak gitu bisa bikin kolesterol, sakit jantung, stroke, tapi kenapa masih pada mau makan? Nah, sebagaimana gorengan bagi penikmat gorengan, begitu pulalah rokok bagi perokok.”

Nah, ini baru logis.

Tapi tetep aja: para penikmat gorengan tidak pernah makan gorengan sambil menyembur-nyemburkan minyak kesana kemari dan menyebabkan orang di sekitarnya kena kolesterol juga. Tidak. Mereka menanggung kolesterol itu sendiri sebagai konsekuensi pilihan mereka.

Tidak demikian dengan perokok.

Ih, kamu kok segitunya sih. Kan lapangan kerja dari industri rokok itu menghidupi banyak orang di negri ini!

Cara mikirnya yang salah.

Industri kan ngikutin demand.

Nih, misal, kalo semua perokok berubah haluan jadi doyan ngisep minyak angin, demand minyak angin kan jadi tinggi. Yakin kok industri minyak angin jadi ikutan gede dan lapangan kerjanya bisa ngidupin banyak orang di negri ini. (Agak geli juga bayangin preman terminal pada nongkrong sambil ngisep minyak angin gitu).

Lagian, siapa sih di antara kalian para perokok yang purely bela-belain beli dan ngisep rokok hanya demi menghidupi pekerja industri rokok? Ada gitu? Hehehe…

Oya, ini bukan postingan dalam rangka membujuk kalian para perokok untuk berhenti merokok kok. Kalo tulisan di bungkus rokokmu yang jelas-jelas memaparkan bahaya merokok aja gak bisa bikin kamu berhenti, apalagi cuma sekedar tulisan ngalor ngidul di blog orang.

Dan ketahuilah, aku nulis gini bukan karena benci perokok kok. I don’t hake smokers.

I hate smoke. πŸ™‚

Iklan

27 pemikiran pada “Merokok Itu…

  1. wuanjreeeeettt…. dalem bo.. jleb jleb jleb..

    “Ini soal prinsip pribadi cuy. Perjanjian antara aku dan diriku sendiri. Bahasa kerennya: idealisme.”

    Mungkin menurutku lebih tepatnya “integritas” ya… Sesuatu yang sudah sangat bobrok di peradaban manusia belakangan ini..

    Bahkan merokok juga merangsang sekresi asam lambung, jadi untuk beberapa orang bisa bikin mual, terutama pada saat perut kosong (makanya lebih ‘nikmat’ merokok setelah makan). Tapi orang-orang itu tadi tetep aja pada merokok.

  2. alhamdulilah aku juga bukan perokok aktif mas. Sekali rokok kalo lagi pengen aja itupun biasanya kalo lagi dingin2 kehujanan hehe. Tapi memang merokok banyak mudharatnya dari pada sisi positifnya

  3. Yup, di Jerman 5 euro. Di Jepang 320 Yen (kasaran, sekitar 32,000).

    Btw yu, dalem setahon ini jumlah rokok guwe sudah bisa dihitung jari yo… Wah, bisa menimbulkan gosip yg salah lagi nih nanti….

  4. wah, berarti kalo giginya kalo warnanya kuning gitu bisa diliat berarti dia perokok ya. bukan hanya karena dia jarang gosok gigi. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s