Pada Suatu Kafe

“Brownies Espresso sama Dark Mocha, grande, tanpa whipped cream, ya mas?” kata si mbak tukang kasir mengulang pesananku.

“Yak betul,” jawabku dengan penuh gaya, kan jarang-jarang minum kopi mahal gini.

“Atas nama siapa mas?”

“Yuwono mbak”

“Maaf?”

“Yuwono”

“Maaf mas?”

“Yuwono!”

“Yu..?”

“.. wono! YU-WO-NO!”

“… o oke, ditunggu sebentar ya mas..”

Kemudian si mbak menyampaikan pesanan minumanku ke si mas tukang bikin kopi, “Dark Mocha, grande, no whipped cream, atas nama Yuwono..”

“Siapa??”

“Yuwono!”

“Ha? Siapa siapa??”

Si mbak yang kayaknya uda mulai lelah dengan nama Yuwono dalam hidupnya, segera mendekatkan mulutnya ke telinga si mas, sambil berucap,

“YU WO NO…”

…….

Aku ingin berkata, “Huft..” sambil pasang emoticon alay.

Tapi ya sudahlah. Gak apa-apa kok. Kalian tidak salah. Kalian hanya sudah terlalu terbiasa dengan nama semacam ‘George’ atau ‘Justin’ atau ‘Willy’.

Atau ‘Choi Si Won’.

Atau bisa jadi suaraku yang kurang jelas.

Ya sudahlah.

Selamat malam.

Iklan

5 pemikiran pada “Pada Suatu Kafe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s