K for Karimunjawa #3: Ini Baru Musim Panas!

Yak inilah bagian ketiga dari petualanganku dan teman-teman di Karimunjawa (yang belum baca bagian #1, kalian sungguh keterlaluan, sana baca dulu di sini beserta bagian #2-nya di sini). Lalu silahkan melanjutkan…

Selamat pagi hey Karimunjawa!

Hari yang baru di pulau ini ditandai dengan terbitnya mentari di ufuk timur dan dipadamkan-nya listrik di seantero Karimun hingga nanti sore. Otomatis penduduk sini jadi pada gak bisa nonton acara-acara tipi pagi hari seperti Dahsyat atau Inbox. Hmm, pantesan aja di sini jarang nemu anak alay…

Anyway.

Sesuai agenda dari si tukang agen tur, hari kedua dan ketiga ini kami akan menjelajahi pulau-pulau kecil di sekitar Karimun. Maka aku dan teman-teman penghuni rumah Gatot segera sarapan dengan masakan bikinan Bu Gatot, kemudian berangkat dengan berjalan kaki ke dermaga untuk berkumpul dengan yang lain.

“Pamit nggih Pak, Bu…” kami berpamitan.

Kay! Have fun guys!” itu Bu Gatot, sambil melambai di ambang pintu.

*****

Di dermaga tampak kapal-kapal kecil yang nantinya akan kami tunggangi untuk melaut sepanjang hari ini. Satu kapal biasanya muat 10-15 orang, tergantung berat badan dan beban dosa masing-masing. Lalu kami pun dibagi-bagikan life-jacket alias jaket kehidupan berwarna oranye norak untuk mempertahankan hidup kami selama di kapal. Kami pun siap berangkat!

FYI, dalam liburan musim panas kali ini, aku sebenernya berniat untuk membiarkan kulitku dibakar sinar matahari. Toh aku ini lelaki sejati, wajar kalo iteman dikit, kalo terlalu putih nanti takutnya mirip Robert Pattinson. Tapi sang kekasihku udah wanti-wanti dari jauh-jauh hari,

“Pake sunblock ya, biar gak item!”

“Ogah! Sunblock itu hanya untuk wanita dan anak-anak dan boyband!” Lagian katanya mahal.

“Pokoknya pake!! Awas sampe kamu item!”

“Tapi say….”

“PAKE. SUN. BLOCK. TITIK.”

“…Siap!”

Maka pagi itu, aku pun sedang minta-minta sunblock milik temen, bagaikan pria tanpa harga diri, demi gak item sesuai instruksi kekasih. Ya sudahlah. Dan inilah aku yang telah siap berlayar itu.

wardrobe by [OMG!wears], open for sale, soon

Woohoo! Ini baru musim panas!

*****

Oke, begini. Sebenarnya aku berencana menceritakan trip hari kedua dan ketiga di dua postingan blog terpisah. Tapi berhubung pada dasarnya aktivitasnya sama, cuma tempatnya aja yang beda-beda (intinya sih kita snorkeling, trus ke pulau, foto-foto, makan siang BBQ, snorkeling di tempat lain lagi, ke pulau lain lagi, liat sunset) jadinya mendingan semua aku rangkum jadi satu post di sini aja. Oke? Oke.

Dan aku yakin, gambar bicara lebih banyak daripada kata-kata. Maka aku pun akan lebih banyak pamer berbagi hasil foto-foto selama di sana daripada menulis di sini. Jadi nanti kalian bisa lihat sendiri kenapa Karimunjawa ini harus kalian kunjungi suatu hari nanti.

Here we go..

*****

SNORKELING
Baiklah. Aku gak bisa renang. Pernah punya trauma juga, gara-gara jatuh pas naek banana boat waktu darmawisata kelas 2 SMA ke Bali dulu. Sampe nangis (tukang banana boat sialan!).

Sejujurnya: aku gak brani snorkeling.

Tapi sayang juga kalo uda jauh-jauh sampe Karimun cuma naek-naek kapal doang. Plus temen-temen yang laen uda pada nyemplung. Gengsi dong. Maka dengan bermodalkan tekad bulat dan semangat baja (dan pelampung tentu saja), aku pun nyebur ke air.

Byur.

check. this. out.

Yeah. Ternyata bisa juga. Jadi bagi kalian yang gak bisa renang don’t worry lah kalo mau snorkeling. Aku aja bisa kok. Apalagi kalian.

Dan inilah yang kulihat di bawah sana.

Paradise Underwater 1

Paradise Underwater 2

nemu Nemo

Breathtaking, isn’t it?

Bayangin kalian ada di sana sendiri, melihat warna warni dasar laut dengan bentuknya yang ajaib, dengan sinar matahari yang berpendar menembus air, dan ikan-ikan yang kayak di Discovery Channel. Semuanya berada sedekat itu dengan kalian. Sungguh pengalaman yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata!

ikan ikan ikan ikan ikan

THE ISLANDS

Oke, next. Mari kita bicarakan pulau-pulaunya

Tipikal pulau di sekitar Karimunjawa hampir sama. Dengan pasirnya yang putih, pohon-pohonnya yang melambai, pantai yang belum terlalu terjamah banyak orang ini membuat kita ingin menggagahinya.

Bagi yang mau merit, di sini cocok sekali untuk foto pre-wed. Bagi yang masih pacaran, di sini cocok untuk saling merayu semacam “Papa kamu tukang es kelapa muda ya? Pesenin satu dong, aus nih” (lalu digampar). Bagi yang punya gebetan, di sini cocok untuk nembak dan menyatakan cinta. Bagi yang jomblo, di sini cocok untuk mengasingkan diri dan menghilang dari kejamnya dunia asmara…

to the beach

blue horizon

floating

Di pulau kecil semacam ini juga lah kami biasanya makan siang. Makan siangnya berwujud ikan segede-gede monster yang dimasak BBQ (maksudnya sih dibakar biasa doang, trus makannya pake kecap lombok). Aku pribadi gak terlalu doyan sih, rada eneg gitu makan ikan yang entah apa namanya yang dibakar tanpa bumbu begitu saja. Coba bisa pesen dimasak asam manis, atau bumbu padang, atau saus tiram. Aku emang manja sih anaknya.

PENANGKARAN HIU

Inilah penangkaran hiu itu.

Penangkaran hiu

Gak ding boong. Aslinya kayak gini.

Penangkaran hiu yang sebenarnya

Jadi penangkaran hiu ini wujudnya adalah kolam yang airnya setinggi dada pria dewasa (sengaja pake ‘pria’ di sini, kalo ‘wanita’ nanti kalian malah bayangin yang lain). Di sanalah hiu-hiu itu berkeliaran. Besarnya rata-rata segede guling gitu. Kalo diliat-liat bentuknya mirip ikan pembersih kaca. Udah gitu item-item semua, gak kayak yang di film Jaws. Pasti inilah efek kalo gak pake sunblock seperti kata kekasihku. Sukurin hiu.

Di kolam itu hidup pula berbagai ikan jenis lain untuk memperluas pergaulan para hiu. Bhinneka Tunggal Ikan, begitulah semboyan mereka, berbeda-beda tetapi tetap ikan juga. Oya ada satu jenis ikan kecil, putih warnanya, aku gak tau namanya. Ikan ini suka jahil dan menggigit kaki kita. Hmm, sebenernya bukan menggigit juga sih karena gak meninggalkan bekas atau luka. Pokoknya kayak dicubit gitu rasanya. Gara-gara ikan ini orang jadi pada teriak “Aaaww..” dengan histeris gitu, dikira itu hiu yang menggigit. Aku namai ikan ini Ikan Sialan.

Karena imej hiu yang sudah dirusak oleh film-film Hollywood, hampir sebagian besar rombongan kami tidak berani masuk ke kolam penangkaran. Aku? Oh, seharusnya kalian tidak perlu tanya. Kalian tau sendiri aku ini lelaki seperti apa.

….eww

Padahal hiu-hiu ini sebenarnya pemalu. Malah mereka yang takut sama kita. Para hiu terlihat menghindari keramaian orang yang masuk ke kolamnya, yang mencoba berfoto bersama mereka, untuk kemudian dipamer-pamerkan sebagai lambang keberanian. Kasian juga ya kalo tiap hari didatengin turis rame-ramean gitu di kolamnya. Mereka bisa jadi terganggu. Jadi rada bertanya-tanya sebetulnya di ‘Penangkaran’ ini mereka ditangkar untuk diapakan? Dijaga kelestariannya? Dijadikan objek wisata? Difoto sama wisatawan?

SUNSET

Yah, begitulah sunset. Dimana pun seharusnya sama. Matahari berwarna oranye perlahan-lahan turun di ufuk barat. Seharusnya bisa kalian nikmati juga dari jendela kantor, dari loteng rumah, atau dari atas sepeda motor di jalan raya. Tapi kalian ingin sesuatu yang lebih melo-dramatis, yang lebih puitis, yang lebih fotogenik. Gak apa-apa. Itulah manusia.

Dan inilah sunset di Karimunjawa.

sunset

Penjelasan Ilmiah Penyebab Gerhana Matahari

*****

Demikianlah kiranya rangkuman petualanganku dan teman-teman di Karimunjawa. Lain kali aku mau ke sini lagi. Bersama keluarga, atau kekasih, atau teman-teman. Akan kuseret mereka untuk keluar sejenak dari rutinitas hariannya di kantor atau di toko atau di kampus, kupaksa meninggalkan gedung-gedung ber-AC dan hiruk pikuk kota itu, untuk menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan yang bernama Karimunjawa ini.

Agar kemudian mereka akan ingat dan bersyukur betapa agungnya Tuhan.

Agar mereka juga tahu, bahwa di Indonesia yang bagus bukan cuma Bali. Masih banyak yang lain, tersebar dari Sabang sampe Merauke.

Agar mereka juga sadar, ngapain jauh-jauh ke Sentosa, kalo yang deket-deket juga banyak yang jauh lebih indah dan alami.

Agar mereka akhirnya melek, betapa hebat sebenarnya negeri yang biasanya suka mereka cemooh, “Halah Indonesia ki opoo…

Juga agar mereka lebih sehat karena terkena sinar matahari. Dan menjadi lebih item dan eksotis.

Anyway.

Ayo, kalian pun juga, ke Karimunjawa (lagi)! 🙂

~ sekian ~

.

.

Dan pada akhirnya aku tetep tambah item walopun pake sunblock. Tidak apa-apa, yang penting aku sudah berusaha. Yay!

Iklan

3 pemikiran pada “K for Karimunjawa #3: Ini Baru Musim Panas!

  1. yuuuuuuu hebat isa sembuh dari trauma banana boat kwkwwkwkwkwk “tenang tenang kamu jangan panik, saya jadi takut” *dalam logat bali*
    ngeeeengggggg akhirnya yuwono naik speed boat nya sebagai ganti banana boat 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s