Sebuah Wisuda di Bulan Maret

Sabtu tiga minggu yang lalu adalah acara wisuda teman-temanku di universitas almamaterku di Salatiga.

Tiga minggu yang lalu?! Iya.

Pasti pada protes kenapa baru diposting sekarang. Kelamaan lah, uda basi lah, dan lain-lain. Iya maaf. Soalnya kemarin-kemarin sibuk ngurusin persiapan pernikahan.

Niatnya sih aku mau dateng. Mau kasih selamat, foto-foto, dan bagi-bagi duit untuk mereka yang berprestasi. Tapi aku Sabtu itu sedang meeting bisnis di luar kota. Baru selesai sekitar sore. Jadilah aku batal dateng 😦

Padahal adik perempuan dari kekasihku yang aku cintai juga wisuda…

…..

Eh, sebentar deh.

Kalimat tadi itu kayaknya ambigu.

Tapi ya sudahlah, kalian pasti tahu maksudku yang sebenarnya kan.

Ya kan?

Oke lanjut..

Lalu yang wisuda ada juga teman-temanku, yang seangkatan maupun adik angkatan, yang sefakultas maupun beda fakultas, yang se-universitas maupun beda universitas, yang seagama maupun beda agama. Pokoknya semua. Yah, teman-temanku emang banyak sih. Biasalah pergaulanku kan bebas.

Di antaranya terdapatlah juga teman dekatku, si Willy namanya.

Willy ini teman seangkatanku. Tapi kenapa si Willy ini baru diwisuda sekarang? Oh iya, dia pernah di Jepang setahun, gara-gara pertukaran pelajar. Dia adalah Pelajar yang Ditukar, semacam sinetron. Jadilah dia cuti kuliah selama setahun.

Ini dia adalah fotonya si Willy yang sedang diwisuda di website kampus.

JRENGGG!!!

Di website kampus sodara-sodara!! Lihatlah dia dipajang di situ, seolah-olah memiliki IPK tertinggi, seolah-olah dialah Akhmad Dakhilul Arifin yang IPK-nya 3,39 atau Evelyn Octaviana Susanto yang IPK-nya 4,00. Padahal bukan. Dia hanyalah Willy, teman dekatku, si Pelajar yang Ditukar.

Sialan. Kok bisa ya, sampai sekarang pun aku masih tidak terima. Tapi ya sudahlah, rejeki orang emang beda-beda.

Anyway, selamat kepada semua yang diwisuda hari itu. Selamat memasuki dunia (mencari) kerja, atau dunia wiraswasta, atau dunia kuliah S2. Atau apapun itu pilihanmu.

Semua sama baiknya kok, tergantung bagaimana kalian memanfaatkannya untuk diri kalian sendiri. Jangan malah kalian yang dimanfaatkan, lalu terjebak rutinitas yang memaksa kalian melakukan hal yang sama dan berulang dan sama dan berulang dan sama dan berulang setiap hari, bagaikan bagian mesin dari suatu sistem, tanpa kalian dapat memetik hal yang berguna untuk kalian sebagai seorang manusia.

Jangan mau jadi robot dari pabrik dunia ini.

Jangan oh kawan-kawanku.

Hiduplah sehidup-hidupnya sebagai manusia bebas, sayangi hidup kalian yang cuma sekali ini.

Carpe diem, seize the moment.

….

Ya sudahlah, segini dulu. Mungkin kalian belum akan paham, mungkin tidak sekarang. Tapi suatu hari nanti pasti.

So good luck then.

Sekali lagi selamat 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “Sebuah Wisuda di Bulan Maret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s